Perspektif Rusia tentang Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin

Umar Suryadi Bakry

Abstract


Setelah Soviet bubar dan rezim Marxist runtuh, banyak gagasan alternatif muncul di tengah komunitas akademik di Rusia, termasuk ide-ide alternatif dalam bidang Hubungan Internasional (HI). Sejumlah sarjana HI Rusia berusaha unutk merekonstruksi teori-teori HI, bukan hanya teori HI yang berkembang di Rusia selama era Marxisme, tetapi juga terhadap teori-teori HI Barat. Meskipun aspirasi pasca-Perang Dingin untuk menciptakan sebuah aliran pemikiran nasional yang berbeda tentang Hubungan Internasional di Rusia, namun upaya- upaya ini tidak bebas dari ideologi dan tujuan politik yang mengarahkan dan membimbing kebijakan luar negeri Rusia. Bahkan, sarjana HI Rusia telah berbagi dengan pemerintah Rusia dalam hal membangun teori-teori HI dengan karakteristik Rusia, terutama dalam menantang hegemoni Barat dalam ilmu sosial dan Hubungan Internasional. Artikel ini mencoba untuk menguraikan tiga tradisi intelektual tentang hubungan internasional yang berkembang di Rusia, yaitu Westernisme, Statisme dan Civilizationism. Pra sarjana HI Westernizer adalah mereka yang sangat dipengaruhi oleh liberisme Barat, Statisme lebih terinspirasi oleh realisme sementara Civilizationism lebih merupakan hibrida antara konstruktivisme dan esensialisme Rusia.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter