Analisis Kekuatan Hukum dan Politik Chevron dalam Kasus Tuduhan Perusakan Lingkungan di Ekuador

Devita Prinanda

Abstract


Kekuatan sebuah korporasi menjadi dilema bagi negara tempat dimana perusahaan tersebut beroperasi. Tendensi hadirnya korporasi selain mencari keuntungan juga untuk meraih kepentingan politik. Meningkatkan keuntungan merupakan aktivitas internal perusahaan, disamping itu aktivitas eksternalnya cenderung mencari kekuatan hukum. Aktivitas korporasi yang kompleks melibatkan negara dan masyarakat sebagai pengawas beroperasinya perusahaan. Apabila terjadi penyimpangan yang dilakukan korporasi maka akan ada upaya untuk menyelesaikannya melalui hukum negara penerima. Namun, kekuatan korporasi melalui tiga aspek yaitu komite aksi politik, lobi, dan kuasa hukum akan berjuang mempertahankan kerajaan bisnis dari halangan negara host. Kisah Chevron di Ekuador pada tahun 2009 hingga 2013 menjelaskan gugatan pengadilan Ekuador agar perusahaan ini mengganti rugi akibat kerusakan lingkungan di sungai dan hutan Amazon. Namun gugatan tersebut tidak membuat korporasi asal Amerika Serikat tesebut tunduk malah melakukan gugatan balik melalui pengadilan di New York dan pengadilan intenasional. Dengan indikator kekuatan korporasi yang digagas oleh Ted Nace, penelitian ini menjelaskan upaya Chevron menghadapi politik dan hukum Ekuador dalam kasus limbah di sungai dan hutan Amazon. Penulis beragumen bahwa kekuatan Chevron untuk mempertahankan kekuasaannya di Ekuador mampu memanfaatkan hak konstitusinya untuk mendapat perlindungan atas kasus yang dihadapi di host country sehingga mampu memberikan serangan balik bagi negara yang menuntut. Hak konstistusi merupakan aspek signifikan yang menangungi perusahaan sehingga mempunyai legitimasi untuk menuntut negara.

 

Kata kunci: Korporasi, Chevron, Ekuador, kerusakan lingkungan, hukum, politik


Keywords


Korporasi, Chevron, Ekuador, kerusakan lingkungan, hukum, dan politik

References


Amazon Watch. (2015). Chevron's Secret Videos Show Company Technicians Finding and Mocking Extensive Oil Contamination in Ecuador Rainforest. Retrieved from Amazon Watch: http://amazonwatch.org/news/2015/0408-chevrons-secret-videos-show-company-technicians-finding-and-mocking-extensive-oil-contamination

BBC Indonesia. (2011). Chevron Banding Putusan Denda US$9,5 Miliar. Jakarta: Detik News.

BBC Indonesia. (2012). Chevron di Ekuador Diminta Bayar Denda. Jakarta: BBC.

Black, E. C. (2004). Litigation As A Tool For Development: The Environment, Human Right, and The Case of Texaco in Ecuador. Journal of Public and International Affairs , Vol. 15 pp 142-164.

Chang, M. (2014). Chevron Wins Ecuador Arbitration But Money May Go To Amazon Communities. Retrieved from Corpwatch: http://www.corpwatch.org/article.php?id=15978

Chevron Press Release. (2000). Chevron and Texaco Aree to $100 Billion Merger. San Fransisco: Chevron.

Chevron. (2011). Texaco Petrolium, Ecuador, and The Lawsuit Against Chevron. San Ramon: Chevron Corporation. Executive Summary.

Detik Finance. (2011). Cemari Lingkungan, Chevron Didenda Rp 72 Triliun. Quito: Detik News.

Detik News. (2012). Chevron di Ekuador Diminta Bayar Denda. Jakarta: Detik.

Dörrenbächer, C. & Geppert, M. (2011). Politics and Power in the Multinational Corporation. Cambridge University Press.

Ejolt. (2015). The Texaco-Chevron Case in Ecuador. Environmental Justice Organisations, Liabilities, and Trade. http://www.ejolt.org/2015/08/texaco-chevron-case-ecuador/

Nace, T. (2003). Gangs of America, The Rise of Corporate Power and The Disabling of Democracy. Berkeley.




DOI: https://doi.org/10.26593/jihi.v15i1.2873.13-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional by Universitas Katolik Parahyangan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License