RUMAH BUDAYA SEBAGAI RUANG PUBLIK UNTUK MENGEMBANGKAN KEGIATAN KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA RAWABOGO, KECAMATAN CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Bernardus Ario Tejo Sugiarto Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
  • Yusuf Siswantara Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Abstract

Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, telah terpilih menjadi Desa Wisata. Terpilihnya desa ini sebagai Desa Wisata bukanlah tanpa alasan. Setiap desa yang terpilih menjadi Desa Wisata tentu memiliki daya tarik wisata yang dapat mengundang wisatawan untuk datang ke desa tersebut. Namun, yang harus dipertimbangkan untuk menjadi Desa Wisata tidak cukup hanya adanya daya tarik wisata tetapi juga adanya fasilitas-fasilitas dan infrastruktur yang memadai yang mendukung dan mempermudah para wisatawan untuk datang ke desa tersebut, misalnya akses jalan yang mudah dan aman, sarana transportasi, dan akomodasi yang terdiri dari fasilitas penginapan dan rumah makan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk benar benar menjadi Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Rawabogo mempersiapkan diri menjadi Desa Wisata. Apabila Desa Rawabogo telah menjadi Desa Wisata yang memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai maka akan semakin banyak wisatawan yang datang. Dengan semakin banyaknya para wisatawan yang datang maka perekonomian desa tersebut akan semakin meningkat karena para wisatawan akan memberikan banyak penghasilan bagi masyarakat dari fasilitas penginapan, rumah makan, jajanan, pertunjukan kesenian, kerajinan tangan dan lain-lain yang disediakan oleh desa tersebut. Tujuan jangka panjang penelitian ini jelas adalah peningkatan perekonomian masyarakat Desa Rawabogo.
Fasilitas-fasilitas yang perlu dilengkapi oleh Desa Rawabogo begitu banyak sehingga tidak mungkin dipenuhi dalam waktu singkat. Ini harus dilakukan secara bertahap. Penelitian ini membantu masyarakat desa untuk melihat kebutuhan apa yang penting dan mendesak untuk dipenuhi demi pengembangan desa tersebut sebagai Desa Wisata. Target khusus penelitian ini adalah membantu masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari hasil penelitian, ternyata Rumah Budaya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dengan demikian, para peneliti dengan dibantu beberapa orang (diantaranya Bapak Bambang, koordinator Gladi Budaya PKH-UNPAR dan Bapak Lilik Alika, salah satu dosen pembimbing Gladi Budaya) membantu mewujudkan Rumah Budaya ini. Dengan demikian, target konkret penelitian ini atau indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah berdirinya Rumah Budaya. Penelitian ini merupakan wujud pengabdian peneliti kepada masyarakat.

Downloads

Issue

Section

Articles