Produksi Pigmen Merah dari Kapang P. purpurogenum dan M. purpureus dengan Fermentasi Cair secara Batch

Authors

  • Anastasia Prima Kristijarti Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan
  • Ariestya Arlene Arbita Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan

Abstract

Penicillium purpurogenum, dan Monascus purpureus merupakan
mikroba yang dapat menghasilkan zat warna. Zat warna dari mikroba ini
dapat diproduksi dengan optimum dengan ditentukan jenis substrat
pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah zat warna yang
dihasilkan dapat diproduksi dan dapat dipergunakan sebagai zat warna
alami, yang aman untuk dikonsumsi dan dapat diproduksi secara massal. Serta
stabilitas zat warna tersebut terhadap beberapa perlakuan dalam pengolahan
makanan.
Dua jenis kapang yakni Penicillium purpurogenum, dan Monascus
purpureus ditumbuhkan pada empat macam sumber karbon yakni pati jagung,
pati kentang, glukosa, dan sukrosa dengan proses fermentasi cair secara
batch. Analisis yang dilakukan adalah analisis berat sel kering, analisis
absorban, serta analisis kestabilan. Analisis kestabilan zat warna yang
dilakukan meliputi cahaya (UV dan sinar matahari), panas (autoklaf 121°C, 15
psi seta autoklaf 105°C,17,5 psi), bahan pengawet (asam sitrat, asam
askorbat, dan sodium bisulfit) dan pH.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Monascus purpureus
menghasilkan konsentrasi zat warna merah yang lebih tinggi daripada
Penicillium purpurogenum. Medium pertumbuhan dengan sumber karbon dari
kentang merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan sel dan
menghasilkan zat warna yang lebih banyak. Zat warna yang dihasilkan stabil
terhadap bahan pengawet, namun tidak stabil terhadap panas, cahaya, dan
pH.

Downloads

Issue

Section

Articles