Template

Template

 

TITLE OF ARTICLE TITLE OF ARTICLE

TITLE OF ARTICLE

 

 

 

1Nama Mahasiswa/i. 2Nama Dosen Pembimbing.

¹ Student in the Bachelor’s (S-1) Study Program in Architecture

at Parahyangan Catholic University

 ² Senior lecturer in the Bachelor’s (S-1) Study Program in Architecture

at Parahyangan Catholic University

 

 

Abstract- ………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

Key Words: ……………………………………………………………............................................


 

JUDUL NASKAH JUDUL NASKAH

JUDUL NASKAH

 

 

1Nama Mahasiswa/i. 2Nama Dosen Pembimbing.

¹Mahasiswa/i S1 Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan

²Dosen Pembimbing S1 Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan

 

 

Abstrak- ……………………………………………….............................................................

 

Kata Kunci: ………………………………………….............................................................

 

 

1.        PENDAHULUAN

Bangunan Konservasi atau Bangunan Cagar Budaya adalah bangunan yang secara garis besar, keberadaannya sangat perlu dilestarikan, sehingga keberadaannya telah secara resmi telah dilindungi dari kepunahan oleh undang-undang.

 

 

2.        ULASAN PUSTAKA

Menurut Undang-Undang No.11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebedaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan melalui proses penetapan. Macam-macam bentuk cagar budaya di antaranya: (1) Benda Cagar Budaya, (2) Bangunan Cagar Budaya, (3) Situs Cagar Budaya, dan (4) Kawasan Cagar Budaya.

 

 

3.        BAHAN OBYEK DAN METODE

Setelah melakukan serangkaian penelitian demi menemukannya titik yang tepat untuk mendirikan sebuah bangunan observatorium, akhirnya diputuskan untuk membangun sebuah bangunan observatorium pada salah satu anak dari pegunungan Tangkuban Perahu yang titiknya berada 15 km ke utara dari pusat Kota Bandung.

 

 

4.        DISKUSI DAN KESIMPULAN

Sebagai salah satu Kawasan Cagar Budaya yang telah secara resmi ditetapkan oleh Pemerintahan Republik Indonesia, nyatanya fungsi utama dari Observatorium Bosscha sebagai salah satu pusat pengamatan benda langit kian hari kian terganggu.

 

 

5.        PENUTUP

              Penulis mengharapkan dengan rampungnya penelitian ini dapat menjadi sebuah penelitian yang implementatif untuk menjadi bahan koreksi bagi pihak-pihak terkait bahwa untuk saat ini upaya pelestarian yang telah dilakukan belum cukup optimal.

 

 

6.        ACUAN

 

HARTONO, Harastoeti D. (2011) 100 Bangunan Cagar Budaya di Bandung, CSS Publishing Bandung.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010 tentang Bangunan Cagar Budaya, Pasal 1 Bab I.