AMBIGUITAS RUANG KAMPUNG PLUIS JAKARTA SELATAN DALAM PERSPEKTIF PRIVAT-PUBLIK

Yoedhistira Andri Putera

Abstract


Kota-kota di Indonesia terbentuk bagaikan mozaik tatanan fisik yang terbangun secara terencana dan yang tumbuh secara organik. Tatanan fisik kampung kota sebagai tatanan yang organik, dihasilkan melalui proses sosial masyarakat yang memiliki ciri kehidupan tradisional pedesaan. Ruang jalan, merupakan representasi dari kehidupan tradisional komunitas kampung kota yang dapat dikenali melalui aktivitasnya. Di sisi lain, praksis perencanaan formal berupaya untuk membuat ruang kampung menjadi lebih rasional dalam perspektif modern. Kondisi ini kerap berdampak pada perubahan tatanan spasial kampung kota yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya. Studi ini mencoba mengungkap, betapa aktivitas kehidupan tradisional desa yang berlangsung pada ruang jalan, mampu membentuk konsep-konsep ruang yang tidak terdikotomikan antara privat-publik. Konsep ini yang kemudian muncul sebagai ambiguitas ruang. Dengan menggunakan metoda deskriptif, akan diurai bentuk-bentuk tatanan fisik kampung yang tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakatnya, dan juga dipengaruhi modernitas kota. Penggalian persepsi terhadap ruang jalan, menjadi kunci dalam menjabarkan konsep ruang.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.