Iklan Televisi Untuk Anak-anak

Gustam Fajar Wahendarso

Abstract


Abstrak

            Anak-anak merupakan konsumen yang mutakhir, mereka memiliki daya kompetisi yang tinggi. Diantara yang lain mereka ingin menjadi yang pertama untuk membeli atau memakai sesuatu. Sifat dasar sebagai anak-anak, mereka dapat mewujudkan impian para marketer sebagai konsumen yang menguntungkan. Mereka dideskripsikan sebagai generasi yang paling berpengaruh dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mereka sebagai konsumen yang mutakhir, mereka menjadi target baru para marketer. Marketer mulai menargetkan anak-anak sebagai alat pemasaran yang luas yang dapat merubah budaya Indonesia. Para marketer biasanya menggunakan televisi sebagai media. Televisi merupakan media yang baik yang dilihat banyak orang, dan dapat menjelaskan banyak informasi menggunakan gambar yang bergerak, suara, music, efek dan dapat menjangkau area yang luas. Fungsi ini yang digunakan oleh para marketer sebagai pendeketan ke konsumen dalam penyampaian iklannya. Dampak yang diharapkan adalah anak-anak setelah melihat iklan tersebut dapat meyakinkan para orang tua sebagai pembeli untuk membeli produk yang diiklankan seperti makanan, pakaian, mainan dan lainnya. Kontroversi yang terjadi adalah anak-anak sebagai subjek dari iklan. Hal tersebut memicu pihak menjadi pro dan kontra. Pihak pro menyatakan bahwa iklan hanya menjadi salah satu media untuk mengembangkan kemampuan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan di masa depan. Sedangkan di sisi kontra, mereka menyatakan bahwa iklan tidak adil bagi anak-anak karena dapat mempengaruhi mereka dalam cara pandang, dan mereka memiliki karakteristik unik tersendiri, yang tidak hanya focus pada satu produk saja. 

Abstract

Children are sophisticated customers, they are willing to compete against each other to be the first one to buy or wear something. It is basically their nature as children, so that they are being the marketer’s dream as the profitable customer. They are described as the most influential generation, and as mention before since they are sophisticated consumers, they are being the marketer’s new targets as the customer. Marketers began to targeted children as the mass marketing tool and changing the Indonesian culture that we cannot resist. Marketers mostly use television as the media tool. Television is one of the great finding of people, knowing many features that other media did not had, such as: cover wide area, moving pictures, sounds and music, effects, etc. The marketer use this features to create new approach to the customer with their advertising. The impact out hope by marketers is children can convince their parents to buy the advertised products; foods, outfit, toys, and others. The controversy of children as the subject of advertising started ever since. Numerous public debates, demonstration, and research already discuss about both pro and contra side. The pro mainly stated that this advertising is one of the media to develop the children ability in the decision making process in the future. In the other hand, the contra mainly stated that these advertising are not fair since every child is different and unique in their own way, not just focus on one product that hit the year.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.