Journal of Sustainable Construction https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc <p>Journal of Sustainable Construction (JoSC) adalah jurnal yang menerapkan <em>review</em> secara tertutup (<em>double-blind peer-review</em>) dan akses terbuka. JoSC menyediakan tempat untuk penerbitan artikel penelitian asli yang bertujuan untuk mempromosikan dan memajukan penelitian serta aplikasi konstruksi berkelanjutan dari perspektif empiris dan teoritis. JoSC diterbitkan sebanyak dua (2) kali dalam satu tahun, setiap bulan Februari-Maret, dan Agustus-September. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.</p> <p>The Journal of Sustainable Construction (JoSC) is a double-blind peer-reviewed and open access journal that provides a venue for publishing original research articles focusing on promoting and advancing the research and applications of sustainable construction from both empirical and theoretical perspectives. The JoSC is biannual and published in February-March and August-September. Articles may be written in Indonesian or English.</p> <p><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210920320987933" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN: 2808-2869</a></p> <p>----</p> <p><a href="https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/about/submissions" target="_blank" rel="noopener">Article Submission Guideline for Author</a> | in <a href="https://drive.google.com/file/d/1tL-r2A9h6EiKn8VNRKyMSYa5YNJV8Sm_/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">English</a> | dalam <a href="https://drive.google.com/file/d/1bwyJLEyHEeAvd5c9xoKhse4jcNexpe19/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Bahasa Indonesia</a></p> <p><a href="https://docs.google.com/document/d/1PJgLG22-1JMyZ26PKiLRyu4Cm6vHsxLX/edit?usp=sharing&amp;ouid=116793569329295991838&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">Article Template</a></p> en-US josc@unpar.ac.id (Andreas F. V. Roy, Ph.D.) maprokons@unpar.ac.id (Arini Ayu Lestari, S.Pd.) Mon, 28 Mar 2022 19:59:18 +0700 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Pushover terhadap Variasi Penampang Kolom pada Struktur Gedung Special Plate Shear Wall https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5699 <p><em>Special Plate Shear Wall</em> (SPSW) merupakan struktur rangka yang terdiri dari pelat baja vertikal (<em>infill plate</em>) sebagai dinding pengisi yang tersambung dengan balok dan kolom, berfungsi untuk menahan beban seismik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur gedung SPSW terhadap variasi penampang kolom menggunakan metode analisis <em>pushover</em> dengan bantuan <em>software</em> ETABS. Struktur gedung klinik 6 lantai, dengan total tinggi lantai 21,5 m. Variasi penampang kolom yaitu profil <em>king cross</em> pada model 1 dan profil <em>hollow</em> pada model 2. Standar analisis mengacu pada SNI 1726:2019 dan FEMA 356. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gedung SPSW model 1 memiliki kinerja struktur yang paling efektif sebagai struktur rangka penahan beban gempa. Hasil perhitungan berdasarkan SNI 1726:2019 menunjukkan bahwa struktur gedung SPSW model 1 memiliki gaya geser dasar terbesar yaitu 3.137,30 kN untuk arah X dan 3.144,66 kN untuk arah Y. Level kinerja struktur gedung SPSW berdasarkan FEMA 356 termasuk dalam kategori aman yaitu <em>Immediate Occupancy</em> (IO), baik untuk model 1 maupun model 2.</p> Badriana Nuranita, Erma Desimaliana, Novian Arief Subagja Sobana Copyright (c) 2022 Journal of Sustainable Construction https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5699 Mon, 28 Mar 2022 00:00:00 +0700 Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna X di Kota Medan https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5696 <p>Berkaca pada kondisi pandemi yang sedang terjadi, perekonomian dalam berbagai sektor termasuk sektor konstruksi akan turut terdampak. Oleh sebab itu, diperlukan usaha penghematan biaya dengan mengefisiensikan desain yang direncanakan untuk meminimalkan potensi terhambatnya pembangunan, salah satunya dengan menerapkan pendekatan <em>value engineering</em>. Gedung Serbaguna X merupakan salah satu proyek yang ingin menerapkannya karena keterbatasan dana yang dimiliki hasil penggalangan dana organisasi sosial dan para sukarelawan. Berdasarkan data sekunder terkait proyek tersebut, identifikasi jenis pekerjaan yang berpotensi untuk menghasilkan penghematan terbesar dilakukan dengan melihat persentase biaya terbesar, dan menghitung <em>cost/worth ratio</em> untuk masing subpekerjaan. Selanjutnya, subpekerjaan dengan nilai rasio terbesar akan dianalisis menggunakan FAST <em>diagram</em> sebelum pada akhirnya diolah untuk mendapatkan beberapa alternatif desain lainnya. Selain biaya, kriteria lain yaitu waktu, mutu, metode pelaksanaan, ketersediaan material, konduktivitas termal, dan redaman suara dipertimbangkan selanjutnya dalam pemilihan alternatif terbaik menggunakan <em>decision matrix</em>. Hasil menunjukkan bahwa penghematan biaya dapat dilakukan melalui subpekerjaan pelat lantai serta atap dan insulasi. Perubahan desain menggunakan pelat <em>precast half-slab </em>menghasilkan penghematan sebesar 5,2% terhadap biaya pekerjaan pelat konvensional, atau sebesar Rp159.600.043,00. Sementara itu, penggunaan atap galvalume dan FLAB dapat menghemat sebesar Rp168.192.560,00, atau sebesar 18,9% terhadap biaya pekerjaan atap dan insulasi menggunakan desain eksisting.</p> Ferdinand Ferdinand, Yohanes L. D. Adianto Copyright (c) 2022 Journal of Sustainable Construction https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5696 Mon, 28 Mar 2022 00:00:00 +0700 Evaluasi Modul RISHA pada Rumah Susun Kampung Deret Petogogan https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5708 <p>Penyediaan rumah susun merupakan salah satu program pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan murah. Untuk mempercepat pembangunan rumah susun tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan teknologi prapabrikasi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sejak tahun 2004 . Modul Risha yang digunakan pada hunian di Kampung Deret Petogogan adalah modul berukuruan 3 m x 3 m x 3 m. Hunian di Kampung Deret Petogogan memiliki tiga tipe yaitu: 18, 36, dan 36 khusus untuk dua kepala keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh tipe hunian pada Kampung Deret Petogogan yang terbentuk dari modul Risha dapat mengakomodasi aktivitas yang ada sesuai fungsinya sebagai hunian. Penelitian kualitatif ini terdiri dari tiga tahapan analisis, yaitu: analisis ketersediaan ruang dan isi ruang, hubungan antar ruang, dan dimensi ruang terhadap aktivitas yang terjadi dalam fungsi hunian. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung ke penghuni Kampung Deret Petogogan, sedangkan perolehan data sekunder didapat dari standar desain hunian dari studi literatur yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul Risha 3 m x 3 m x 3 m yang diterapkan di Kampung Deret Petogogan belum efektif untuk mengakomodasi aktivitas yang ada di seluruh tipe hunian.</p> Carissa Carissa, Dewi Larasati, Sugeng Triyadi, Virginia Slamat Copyright (c) 2022 Journal of Sustainable Construction https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5708 Mon, 28 Mar 2022 00:00:00 +0700 Aplikasi High Performance Fiber Reinforced Concrete sebagai Material Berkelanjutan: Ikhtisar https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5275 <p>Salah satu keuntungan dari penggunaan beton dan baja tulangan mutu tinggi pada bangunan gedung bertingkat adalah dapat mereduksi ukuran komponen struktur seperti balok, kolom, dan dinding geser. Akan tetapi, semakin tinggi kekuatan tekan beton, maka semakin getas beton tersebut. Untuk mereduksi sifat getas beton mutu tinggi, material <em>fiber</em> (serat) dapat ditambahkan kedalam beton mutu tinggi. Salah satu jenis serat yang dapat ditambahkan kedalam beton adalah <em>steel fiber</em> (serat baja). Beton dengan serat dapat disebut <em>Fiber Reinforced Concrete</em> (FRC) atau <em>Fiber Reinforced Cementitious Composite</em> (FRCC). <em>Highly-Flowable Strain Hardening Fiber Reinforced Concrete (HF-SHFRC)</em> adalah salah satu perkembangan teknologi beton dengan serat. HF-SHFRC memiliki sifat <em>Self-Compacting Concrete</em> (SCC) sebelum mengeras, dan memiliki kemampuan <em>tensile</em> <em>strain</em><em>-</em><em>hardening</em> ketika sudah mengeras. Paper ini mempresentasikan hasil peneitlian mengenai perilaku tarik material HF-SHFRC, dan aplikasi material HF-SHFRC pada kolom beton bertulang mutu tinggi dan hubungan balok-kolom eksterior yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Dengan menggunakan material HF-SHFRC pada elemen struktur beton bertulang, elemen struktur dapat meningkatkan kekuatan geser, daktilitas, disipasi energi, dan toleransi kerusakan. Selain itu, di dalam <em>HF-SHFRC</em>, material sementisius pengganti semen digunakan dalam jumlah besar, yaitu 50%. Penggunaan material sementisius pengganti semen dalam jumlah besar menunjukkan bahwa HF-SHFRC ramah lingkungan dan memenuhi kriteria sebagai material berkelanjutan.</p> Wisena Perceka, Herry Suryadi Djayaprabha, Sisi Nova Rizkiani Copyright (c) 2022 Journal of Sustainable Construction https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5275 Mon, 28 Mar 2022 00:00:00 +0700 Perkembangan Internet of Things di Industri Konstruksi https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5701 <p>Dalam satu dekade terakhir, belum banyak ditemukan penelitian yang membahas tentang kemajuan penggunaan Internet of Things (IoT) di industri konstruksi Indonesia. Di era industri 4.0 seperti sekarang ini, dibutuhkan sebuah penelitian untuk mengetahui perkembangan IoT di industri konstruksi baik di Indonesia maupun di luar negeri, dan mengetahui kesenjangan di antaranya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode bibliometrik dengan <em>software</em> Publish or Perish 7. Data akan dikelompokkan dalam lima ranah pada industri konstruksi yang sangat terpengaruh dengan masuknya IoT yaitu: <em>construction safety, machine control, site management, fleet management</em> dan <em>project management</em>. Dari penelitian didapati bahwa Cina merupakan negara dengan kemajuan penggunaan IoT paling pesat dimana ranah yang paling banyak dibahas adalah terkait <em>construction safety</em>. Sementara itu, penerapan IoT di industri konstruksi di Indonesia baru dimulai dalam beberapa tahun terkakhir, yang ditandai dengan masih sedikitnya karya ilmiah yang terkait penerapan IoT di industri konstruksi. Pemerintah Indonesia juga masih belum berinvestasi pada sektor penelitian dan pengembangan sebanyak negara lain yang ditinjau. Temuan ini diharapkan mampu menjadi basis dalam menginisiasi penerapan IoT di industri konstruksi Indonesia.</p> Mia Wimala, Kineta Imanuela Copyright (c) 2022 Journal of Sustainable Construction https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5701 Mon, 28 Mar 2022 00:00:00 +0700