https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/issue/feed Riset Arsitektur (RISA) 2024-01-03T09:58:36+07:00 Dr. Ir. Hartanto Budiyuwono, MT. risetarsitektur@unpar.ac.id Open Journal Systems <p>eISSN<a title="eISSN RISA UNPAR" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1473904869&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"> 2548-8047</a> (Media Online)</p> <p>Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyediakan tempat bagi Skripsi-skripsi mahasiswa yang dibimbing oleh dosen-dosen dan disidangkan pula oleh 2 orang dosen jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan lainnya. Skripsi-skripsi tersebut adalah hasil yang terbaik, dan dilakukan penilaian kembali oleh para reviewer lainnya (5 panel ahli diluar Universitas Katolik Parahyangan). Semua skripsi-skripsi tersebut dipresentasikan dalam bentuk seminar terbuka nasional. Dibagi dalam kelompok materi, Sejarah Teori dan Falsafah Arsitektur, Perumahan dan Permukiman, Arsitektur dan Tata Kota, serta Teknologi Manajemen gedung disajikan dalam Jurnal ini. Jurnal akan diterbitkan empat kali dalam setahun setiap 3 bulan.</p> https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7534 REPRESENTASI SEJARAH DAN BUDAYA MELALUI ARSITEKTUR RUMAH BOERDERIJ BUITENZORG PADA FILM BUMI MANUSIA 2024-01-02T14:15:48+07:00 Viana Aliyyah 6111801216@student.unpar.ac.id Caecilia S. Wijayaputri 6111801216@student.unpar.ac.id <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Arsitektur dan Film merupakan dua hal yang berbeda namun saling berkaitan dan membutuhkan satu dengan yang lain. Sebuah produk film tentu tak akan rampung tanpa adanya peran arsitektur sebagai latarnya. Film mewakili ruang dan waktu di mana media ini memiliki sifat spasial yang temporal dari representasi sinematik yang dapat diamati melalui arsitektur hingga karakter dan peristiwa yang digambarkan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, arsitektur pada film mampu menciptakan lingkungan yang membawa audiens menuju suatu periode tertentu. Film berpotensi dalam memberikan penggambaran kehidupan sosial dan budaya masyarakat pada masa tertentu, bahkan hingga bentuk dan gaya arsitektur yang digunakan. Film Bumi Manusia (2019) merupakan adaptasi dari novel legendaris dengan judul sama yang menggunakan latar era kolonial Belanda. Film ini menggunakan ruang dan elemen arsitektur secara sinematik, khususnya pada rumah Boerderij Buitenzorg yang merupakan lokasi yang dominan pada film tersebut. Dengan begitu, Film Bumi Manusia (2019) dapat merepresentasikan sejarah dan budaya melalui arsitektur rumah Boerderij Buitenzorg dan berpotensi dalam mempengaruhi persepsi audiens terhadap periode sejarah.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif, yaitu mengambil data pada objek studi secara deskriptif dan dilakukan analisis secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen ruang sinematik pada rumah Boerderij Buitenzorg. Elemen ruang dapat dianalisis dengan teori tektonika ruang sinematik melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">mise-en-scène (cine-spatial) </span></em><span style="font-weight: 400;">dan sinematografi. Kemudian mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial Belanda pada elemen spasial dan fasade bangunan. Melalui analisis identifikasi karakteristik arsitektur rumah Boerderij Buitenzorg, elemen spasial maupun fasade bangunan pada rumah ini tidak sepenuhnya merepresentasikan arsitektur pada periode kolonial Belanda. Melalui elemen yang merepresentasi dan tidak merepresentasi arsitektur kolonial Belanda, film Bumi Manusia (2019) sebagai film yang menggambarkan sebuah periode sejarah, dapat merepresentasikan, memanipulasi, serta mengubah persepsi audiens mengenai lingkungan arsitektur di masa kolonial Belanda.</span></p> <p><strong>Kata-kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">Sinema dan Arsitektur, Rumah Boerderij Buitenzorg, Film Bumi Manusia (2019), Arsitektur Sinematik, Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda.</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Viana Aliyyah https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7535 PENGARUH ARSITEKTUR ERA MAJAPAHIT PADA PENINGGALAN ARSITEKTUR ISLAM DI BANTEN DITINJAU BERDASARKAN TATA RUANG, SOSOK, DAN ORNAMEN 2024-01-02T14:35:10+07:00 Gilbert Aldo T. 6111801130@student.unpar.ac.id Rahadhian Prajudi H. 6111801130@student.unpar.ac.id <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Kesultanan Banten merupakan salah satu titik awal penyebaran Islam di Jawa</span><em><span style="font-weight: 400;">. </span></em><span style="font-weight: 400;">Letaknya di Pantai Utara dan hubungannya yang dekat dengan Pasundan serta Cirebon membuka peluang masuknya pengaruh dari berbagai pihak di Banten. Mengingat bahwa Kesultanan Banten (bercorak Islam) berdiri pada era transisi Hindu-Buddha menuju Islam di Jawa, maka ada kemungkinan masih terdapat pengaruh Hindu Buddha khususnya Majapahit sebagai kerajaan besar terakhir yang ada sebelum Islam pada peradaban Banten, terutama secara sosok arsitektur dan tata kota nya. Penelitian ini membahas secara deskriptif kualitatif bagaimana elemen-elemen arsitektur yang ada pada peninggalan arsitektur Islam di Banten dipengaruhi oleh arsitektur era Majapahit dan yang dibawa secara tidak langsung oleh Cirebon. Analisis yang dilakukan adalah berdasarkan tata ruang, sosok, dan ornamen sebagai tolok ukur yang dapat dilihat secara fisik pada peninggalan yang ada. Objek yang ada di Banten akan disejajarkan dengan objek pembanding dari Majapahit, Cirebon, dan juga kompleks Masjid Sendang Duwur. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dari Majapahit yang masih terbaca di Banten. Hal ini menunjukan adanya sinkretisme yang terjadi antara Hindu dengan Islam, Sunda dengan Jawa. Penelitian ini dibatasi pada ada atau tidaknya unsur Majapahit pada arsitektur Banten, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti tafsir makna dan evolusi arsitektur yang terjadi antara sosok dan ornamen, proporsi atribut Majapahit menuju Banten.&nbsp;</span></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Transisi, Majapahit, Pengaruh, Arsitektur,&nbsp; Islam, Banten</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Gilbert Aldo T. https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7536 RUANG INTERPERSONAL PENGGUNA TERKAIT AKTIVITAS IBADAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MASJID AGUNG AL-UKHUWWAH BANDUNG 2024-01-02T14:41:53+07:00 William Kevin Senjaya williamkevin.es@gmail.com Indri Astrina Fitria Indrarani williamkevin.es@gmail.com <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Masjid merupakan sebuah ruang arsitektur yang sifatnya esensial, untuk mewadahi berbagai macam aktivitas ibadah bagi Umat Muslim. Aktivitas ibadah ini mengacu pada dalil-dalil Agama Islam yang sifatnya dogmatis dan kompleks. Tata cara dan laksana ibadah, baik itu salat maupun selain salat sudah tercantum di dalam Quran dan hadits. Seperti halnya, aktivitas-aktivitas ibadah yang dianjurkan secara berjemaah dan saling bersilaturahmi. Namun pada saat ini dunia sedang dihadapkan dengan realitas global, yaitu pandemi Covid-19 yang mengharuskan jemaah menjalankan protokol 6M.&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Situasi tersebut diindikasikan dapat menyebabkan pergeseran persepsi individu terhadap ruang pribadi mereka beraktivitas. Karena pada dasarnya arsitektur tidak selalu membahas wujud yang kasat dan teraba saja, melainkan ada ruang tiga dimensional yang justru tidak kasat dan tidak teraba. Ruang tiga dimensional ini berporos pada setiap pelaku arsitektur dan bersifat dinamis, tidak statis. Konsep inilah yang dinamakan ruang interpersonal, serta dijadikan sebagai objek formal dalam penelitian ini.&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini berangkat dari pengamatan pola aktivitas pengguna di Masjid Agung Al-Ukhuwwah Bandung pada masa pandemi Covid-19 yang terdiri atas dua kategori yaitu, aktivitas salat dan aktivitas selain salat. Proses pengamatan yang dilakukan dengan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">behavior mapping </span></em><span style="font-weight: 400;">ini, merekam kegiatan pengguna sebelum, saat, dan sesudah salat </span><em><span style="font-weight: 400;">Fardhu</span></em><span style="font-weight: 400;">, salat Jumat, salat Tarawih, I’tikaf, serta kajian atau ceramah. Hasil dari rekaman ini, kemudian dijustifikasi oleh data matriks atau tabel kuesioner dan wawancara yang diolah dengan metode skala Likert. Kedua data ini yang akan menentukan bergeser atau tidaknya jarak ruang interpersonal pengguna ruang Masjid Agung Al-Ukhuwwah dalam menjalankan aktivitas ibadah di masa pandemi ini.&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hasil analisis dilakukan dengan menjawab dua buah pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pada saat ini (periode </span><em><span style="font-weight: 400;">omicron</span></em><span style="font-weight: 400;">)</span> <span style="font-weight: 400;">pengguna cenderung kembali pada dogma agama. Jarak&nbsp; interpersonal dominan pada semua aktitivitas ibadah adalah jarak pribadi atau personal. Pada intinya, saat ini (periode </span><em><span style="font-weight: 400;">omicron</span></em><span style="font-weight: 400;">) aktivitas salat tidak ada pergeseran ruang interpersonal masih tetap berada pada jarak pribadi atau personal, sedangkan aktivitas selain salat ada pergerseran ruang interpersonal secara mundur dari jarak sosial ke jarak pribadi atau personal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan mengamati jarak antar individu terkait konsep ruang interpersonal berdasarkan pola-pola aktivitas ibadah pada masa pandemi ini. Selain itu, manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan baru mengenai ruang interpersonal yang diharapkan untuk mencapai tingkat privasi dan personal setiap individu yang menjalankan aktivitas ibadah di Masjid Agung Al-Ukhuwwah Bandung pada masa pandemi Covid-19.</span></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> aktivitas salat, aktivitas selain salat, </span><em><span style="font-weight: 400;">behavior mapping</span></em><span style="font-weight: 400;">, ruang interpersonal, ruang tiga dimensional</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 William Kevin Senjaya https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7537 OPTIMASI KINERJA AKUSTIK MASJID AL-IRSYAD SATYA KOTA BARU PARAHYANGAN 2024-01-02T14:45:22+07:00 Nabila Rachmasari P. 6111801201@student.unpar.ac.id Irma Subagio 6111801201@student.unpar.ac.id <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim. Aktivitas yang diselenggarakan di masjid terdiri dari ibadah shalat berjamaah, khutbah, pengajian, pernikahan dan diskusi. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang membutuhkan kejelasan suara sehingga akustik di dalam masjid menjadi penting. Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan merupakan masjid rancangan Urbane yang memiliki rancangan dinding berpori dengan pertimbangan penghawaan alami yang baik. Namun, dinding berpori pada masjid dapat berpotensi untuk menurunkan kualitas kinerja akustik yang terjadi di ruang dalam. Sehingga, Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan menjadi menarik untuk diteliti kinerja akustiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja akustik pada Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan berdasarkan parameter objektif, dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi kinerja akustik tersebut jika ditemukan belum optimal.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara melakukan studi pustaka untuk mengetahui teori-teori mengenai akustik masjid, dan observasi lapangan untuk pengumpulan data, serta pengukuran di lapangan untuk mengetahui performa akustik masjid. Data yang dikumpulkan adalah data pengukuran kualitas akustik berdasarkan parameter objektif akustik. Data kemudian&nbsp;</span><span style="font-weight: 400;"><br></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">melalui tahap analisis untuk mengetahui performa akustik masjid, dan dilakukan tahap optimasi menggunakan perangkat lunak simulasi I-SIMPA jika performa didapatkan belum optimal.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hasil penelitian didapatkan performa akustik masjid masih berada di bawah standar, baik berdasarkan distribusi suara maupun kualitas akustik ruang dalam itu sendiri. Diperoleh kesimpulan bahwa kinerja akustik ruang dalam masjid dipengaruhi oleh selubung bangunan yang berpori dan juga penggunaan sistem tata suara masjid. Tahap optimasi dilakukan dengan simulasi perangkat lunak I-SIMPA, dengan memodifikasi material sesuai kebutuhan.</span></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><span style="font-weight: 400;">: </span><span style="font-weight: 400;">&nbsp;Kinerja Akustik, Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Parameter Objektif, Selubung Berpori, Simulasi I-Simpa.</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Nabila Rachmasari P. https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7538 KAJIAN KRITIS DAMPAK ARSITEKTUR PASCAMODERN PADA PERWUJUDAN TIPOLOGI PERKANTORAN BANGUNAN THE ENERGY JAKARTA 2024-01-02T14:52:52+07:00 Handy Nugraha Witama handynugraha13@gmail.com Yuswadi Saliya handynugraha13@gmail.com <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Perkembangan arsitektur di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, disebabkan oleh pengaruh dan perkembangan yang ada, sehingga arsitektur nusantara semakin pudar. Pengaruh tersebut menyebabkan perlunya kritik arsitektur sebagai pembelajaran yang objektif dalam perancangan arsitektur di Indonesia, seperti merespon kontekstual dan tipologi</span> <span style="font-weight: 400;">fungsi spesifik dalam perwujudannya. The Energy</span> <span style="font-weight: 400;">merupakan bangunan perkantoran Pascamodern di kawasan SCBD Jakarta. Penelitian ini mengkritisi pengaruh arsitektur Pascamodern terhadap perwujudan tipologi perkantoran The Energy</span><em><span style="font-weight: 400;">, </span></em><span style="font-weight: 400;">serta kesesuaian dengan konteks kawasan SCBD, dan efisiensi penggunaan energi. Penelitian berfokus pada elemen bentuk bangunan, tampilan bangunan, tata ruang dalam, efisiensi energi, zonasi, dan aktivitas.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian menggunakan metode deskriptif, komparatif, dan normatif dengan pendekatan kualitatif, data- data mengenai objek studi dikaji dengan paparan dan penjelasan teori arsitektur Pascamodern yang terhubung dengan penjelasan standar efisiensi energi bangunan perkantoran dan teori arsitektur kontekstual dalam mengkaji perwujudan tipologi perkantoran The Energy sesuai dengan teori tipologi perkantoran dengan landasan teori kritik Arsitektur. Data The Energy</span> <span style="font-weight: 400;">dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara dengan pihak perancang The Energy</span> <span style="font-weight: 400;">dan studi literatur. Penelitian kritik arsitektur ini dapat memberikan dampak dan pemahaman terhadap masyarakat luas dan arsitek dalam perancangan berikutnya berdasarkan teori- teori arsitektur.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hasil akhir penelitian mengungkap dampak penerapan Pascamodern terhadap perwujudan tipologi perkantoran The Energy dari lingkup kajiannya dikatakan baik dan sesuai, serta terintegrasi dengan positif terhadap aspek Kontekstual, dan Efisiensi energi yang berpengaruh terhadap kenyamanan aktivitas pekerja dan harga sewa jual. Perwujudan tipologi The Energy juga berkembang dan mengadopsi dari tipologi perkantoran masa sebelumnya, dengan mengikuti perkembangan gaya arsitektur serta teknologi, dan karakteristik masyarakatnya yang menggambarkan kemajuan zamannya. Sehingga kajian tersebut menghasilkan kesimpulan dan pembelajaran serta hipotesis perwujudan tipologi perkantoran di masa mendatang.</span></p> <p><br><strong>Kata Kunci</strong><span style="font-weight: 400;">: Kajian Kritis, Pascamodern, Tipologi Perkantoran</span><strong>, </strong><span style="font-weight: 400;">Scbd Jakarta</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 PengaturanHandy Nugraha Witama https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/7541 STUDI ARSITEKTUR BANGUNAN-BANGUNAN KAYU PADA KOMPLEKS DHARMASALA BERDASARKAN REKONSTRUKSI ARSITEKTUR VIRTUAL 2024-01-02T15:11:19+07:00 Joe Nadia joenadia2000@gmail.com Josef Prijotomo joenadia2000@gmail.com <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Diperkirakan semula di Dataran Tinggu Dieng terdapat sebanyak 400 candi yang menjadi teori bahwa daerah percandian Dieng merupakan suatu pusat keagamaan Hindu yang penting pada zamannya. Terdapat Kompleks Dharmasala yang merupakan kompleks bangunan kayu dengan luas kurang lebih 4.500m2. Dalam praktek keagamaan Hindu Buddha, dharmasala merupakan tempat untuk para peziarah yang akan ke candi untuk beristirahat dan bersiap-siap. Kajian arsitektur mengenai bangunan batu telah banyak dilakukan, namun untuk bangunan berbahan dasar kayu masih kurang mendapatkan perhatian. Studi arsitektur ini bertujuan memberikan gambaran mengenai wujud dari bangunan-bangunan kayu tersebut serta fungsinya. Dalam ilmu arkeologi dan arsitektur, untuk melakukan perkiraan wujud sebuah bangunan yang sudah tidak tersisa atau bagiannya terlalu terpisah, dapat digunakan teknik rekonstruksi virtual. Didapatkan hasil wujud bangunan-bangunan yang tersusun dari struktur kayu yang berdiri di atas umpak-umpak batu, berdinding papan kayu, berkaso bambu, dan penutup atapnya dari ijuk. Sistem strukturnya rangka batang dan bentuk atap antara pelana dan perisai, namun semuanya mengikuti kaidah bangunan di iklim tropis yang harus melindungi penngguna dari panas dan hujan. Ketiga petak memiliki fungsi dan sifat yang berbeda-beda. Petak 1 dengan fungsi menunjang kegiatan para peziarah yang hendak berziarah ke candi, petak 2 dengan fungsi bangunan yang diperkirakan merupakan ruang-ruang kelas, dan petak 3 yang diperkirakan memiliki fungsi penginapan atau asrama.</span></p> <p><br><strong>Kata Kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Rekonstruksi, Bangunan Kayu, Dharmasala</span></p> 2024-01-03T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Joe Nadia