Riset Arsitektur (RISA) https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa <p>eISSN<a title="eISSN RISA UNPAR" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1473904869&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"> 2548-8047</a> (Media Online)</p> <p>Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyediakan tempat bagi Skripsi-skripsi mahasiswa yang dibimbing oleh dosen-dosen dan disidangkan pula oleh 2 orang dosen jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan lainnya. Skripsi-skripsi tersebut adalah hasil yang terbaik, dan dilakukan penilaian kembali oleh para reviewer lainnya (5 panel ahli diluar Universitas Katolik Parahyangan). Semua skripsi-skripsi tersebut dipresentasikan dalam bentuk seminar terbuka nasional. Dibagi dalam kelompok materi, Sejarah Teori dan Falsafah Arsitektur, Perumahan dan Permukiman, Arsitektur dan Tata Kota, serta Teknologi Manajemen gedung disajikan dalam Jurnal ini. Jurnal akan diterbitkan empat kali dalam setahun setiap 3 bulan.</p> id-ID risetarsitektur@unpar.ac.id (Dr. Ir. Hartanto Budiyuwono, MT.) risetarsitektur@gmail.com (Dr. Ir. Hartanto Budiyuwono, MT.) Sen, 04 Apr 2022 10:59:22 +0700 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 NILAI ARSITEKTUR DALAM PENGGOLONGAN PELESTARIAN BANGUNAN KOLONIAL STUDI KASUS : GEDUNG KARESIDENAN BOGOR https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5724 <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Gedung Karesidenan Bogor merupakan salah satu bangunan peninggalan arsitektur kolonial yang berada di sekitar Istana dan Kebun Raya Bogor. Terdaftar menjadi salah satu bangunan cagar budaya dari 24 bangunan yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota Bogor berdasarkan PERMENBUDPAR NO. PM.26/PW.007/MKP/2007. Bangunan ini berada di kawasan pemerintahan dan perdagangan jasa, menyebabkan banyaknya dibangun bangunan modern di sekitar Gedung Karesidenan Bogor seiring perkembangan Kota Bogor. Perubahan yang ada pada bangunan cagar budaya sebagai bentuk dari adaptasi terhadap perkembangan tersebut tidak dapat dihindari, terutama pada bangunan peninggalan kolonial yang ada. Belum terbentuknya penggolongan pada PERDA Kota Bogor maka untuk upaya menjaga keaslian bangunan cagar budaya akan sulit dimana penggolongan kelas sangat penting dalam rangka konservasi bangunan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perubahan tersebut adalah dengan cara menentukan penggolongan pelestarian pada bangunan Gedung Karesidenan Bogor. Studi yang dilakukan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk karakter spasial dan visual arsitektural dengan melihat bentuk elemen-elemen yang ada pada bangunan untuk menentukan penggolongan pelestarian bangunan. Penelitian ini adalah bentuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis data berupa deskriptif, metode komparasi untuk menguji perbedaan bentuk elemen-elemen bangunan yang ada dan metode klasifikasi untuk menentukan penggolongan pelestarian bangunan. Dari hasil analisis deskriptif terhadap elemen spasial dan elemen visual bangunan, Gedung Karesidenan Bogor masuk ke dalam bangunan Golongan A, karena untuk penilaian keaslian bangunan lebih dominan dibanding penilaian elemen yang berubah. Penelitian ini hanya sampai sebatas dari nilai arsitektur yang menjadi data arsitektural, adapun untuk menentukan bangunan ini digolongkan sebagai bangunan cagar budaya diperlukan kajian akademik sejenis dari aspek yang lain terkait dari data struktural, mekanikal dan elektrikal dan tata lingkungan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">&nbsp;</span></p> <p><strong>Kata-kata kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> pelestarian, penggolongan, cagar budaya, Gedung Karesidenan Bogor</span></p> Citra Eka Putri, Yohanes Karyadi Kusliansjah, Harastoeti Dibyo Hartono Hak Cipta (c) 2022 Citra Eka Putri https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5724 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 ANALISA KEANDALAN BANGUNAN PADA RUMAH SUSUN MAHASISWA ST. TERESA AVILA, SEMARANG https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5733 <p><strong><em>Abstrak - </em></strong><span style="font-weight: 400;">Perguruan tinggi adalah tempat bagi kebanyakan siswa untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi. Banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota atau daerah mencari sekolah dan perguruan tinggi di kota yang bukan daerah asalnya. Sehingga mereka harus mencari tempat tinggal untuk beristirahat dalam kesehariannya. Pemerintah membantu kebutuhan hunian bagi para mahasiswa dengan membangun rumah susun mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan asrama di lokasi yang berada dekat dengan sekolah atau perguruan tinggi berada. Dalam pemanfaatan, penggunaan dan pengelolaan asrama sering terjadi beberapa perubahan ruangan akibat dari kebutuhan sarana dan prasarana. Perubahan fungsi ruangan dapat membuat nilai keandalan berkurang jika dilakukan tanpa memperhitungkan beberapa aspek. Penilaian mengenai keandalan bangunan merupakan faktor yang penting dalam memeriksa kondisi suatu bangunan. Tujuan penelitian ini adalah kajian mengenai analisa keandalan bangunan dalam bidang arsitektur terhadap rumah susun mahasiswa St. Teresa Avila, Semarang setelah 5 (lima) tahun penghunian. Apakah masih memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku atau nilai-nilai keandalan sudah tidak berlaku lagi.. Metode penelitian yang dipergunakan secara deskriptif dan secara kualitatif berdasarkan kondisi fisik pada saat penelitian berlangsung. Dan kemudian kondisi fisik bangunan tersebut ditinjau berdasarkan peraturan yang berlaku dan teori-teori yang ada. Didapat kesimpulan terdapat beberapa ruangan yang sudah tidak memenuhi persyaratan keandalan bangunan, namun pada sebagian besar masih sangat layak dan sesuai dengan kebutuhan. Diberikan juga saran&nbsp; yang dapat dilakukan untuk memperbaiki agar kondisi dan nilai keandalan dapat dipertahankan.&nbsp;</span></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata-kata Kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> rusun mahasiswa, keandalan bangunan, analisa keandalan</span></p> Beatrix Evita Sekarsari, Rumiati Rosaline Tobing Hak Cipta (c) 2022 Beatrix Evita Sekarsari http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5733 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 KESESUAIAN ENERGI “QI” DARI MODIFIKASI BANGUNAN ALIH FUNGSI PADA MASJID AL IMTIZAJ, BANDUNG https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5727 <p><strong>Abstrak –</strong><span style="font-weight: 400;"> Masjid Al-Imtizaj di Bandung memiliki desain bangunan berakulturasi Tionghoa-Islam. Dengan menggunakan bangunan lama dan dimodifikasi dapat merubah fungsi bangunan tersebut, demikianlah yang dilakukan oleh Masjid Al Imtizaj. Berubahnya fungsi bangunan maka terjadi perubahan unsur energi </span><em><span style="font-weight: 400;">Qi</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang menurut </span><em><span style="font-weight: 400;">Feng Shui</span></em><span style="font-weight: 400;"> sangat penting demi kesejahteraan bagi bangunan maupun pengguna bangunan. Bagaimana modifikasi bangunan tersebut dapat menciptakan atau menghasilkan energi “</span><em><span style="font-weight: 400;">Qi</span></em><span style="font-weight: 400;">” yang sesuai untuk tempat ibadah berdasarkan Teori </span><em><span style="font-weight: 400;">Feng Shui</span></em><span style="font-weight: 400;"> aliran bentuk dan aliran lima elemen? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian energi </span><em><span style="font-weight: 400;">Qi</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang dihasilkan dari modifikasi bangunan Al Imtizaj menurut Teori </span><em><span style="font-weight: 400;">Feng shui</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk bangunan peribadatan. Serta memberikan manfaat agar bangunan masjid Al Imtizaj Bandung ini dapat dijadikan bangunan cagar budaya dengan pelestarian budaya. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dimana penelitian ini mendeskripsikan dan menilai objek yang didukung oleh data literatur yang ada.</span></p> <p><br><strong>Kata-kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">Fengshui</span><em><span style="font-weight: 400;">, </span></em><span style="font-weight: 400;">Energi Qi, Masjid, Arsitektur Islam, Masjid At Al Imtizaj Bandung</span></p> Nindya Caesa Azuhra, Herman Wilianto Hak Cipta (c) 2022 Nindya Caesa Azuhra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5727 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 IDENTITAS AKULTURASI ARSITEKTUR LOKAL (BANTEN) DAN NON-LOKAL (MODERN) PADA PEDOMAN PERANCANGAN GEDUNG PENDOPO BUPATI SERANG https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5730 <p><strong>Abstrak - </strong><span style="font-weight: 400;">Bangunan pemerintahan sebaiknya memiliki nilai simbolik yang merepresentasikan daerahnya. Perkembangan arsitektur di suatu daerah mempengaruhi perkembangan budaya daerah terkait, dengan mulai ditinggalkannya unsur lokalitas arsitektur maka seiring waktu unsur lokalitas tersebut akan punah. Berangkat dari permasalahan dan fenomena tersebut, menghasilkan isu yang cukup penting khususnya akulturasi bangunan pemerintahan yang dapat mencirikan lokalitas dari sebuah tempat. Sehingga penelitian yang dilakukan ini menjadi sangat penting untuk menjawab bagaimana untuk menghasilkan konsep lokal dan modern yang tepat terhadap perencanaan gedung Pendopo Bupati Serang yang mencirikan konteks lokal sosial-budaya dari masyarakat Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pedoman perancangan dan simulasi desain dalam mewujudkan identitas akulturasi arsitektur lokal (Banten) dan non – lokal (modern) pada perancangan gedung Pendopo Bupati Serang Teori yang diterapkan pada kajian ini merujuk (1) teori mengenai ordering principle dalam arsitektur, dan (2) teori mengenai archetypes dalam arsitektur. Disamping itu metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif, dan interpretatif yang dapat digunakan dalam melakukan telaah dan penelusuran mendalam terhadap objek studi preseden yaitu gedung pemerintahan Walikota Pontianak dan gedung pemerintahan Bupati Solok. Hasil dari analisa objek studi preseden terhadap teori dengan metode yang telah dijabarkan ini untuk mendapatkan pedoman desain yang spesifik pada gedung Pendopo Bupati Serang. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat akan pentingnya lokalitas dalam membangun dan melestarikan budaya dan arsitektur lokal serta dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan arsitektur yang telah ada baik bagi akademik maupun praktisi dan memberi kontribusi yang positif bagi pemerintah daerah setempat dalam menyusun peraturan daerah.</span></p> <p><br><strong>Kata – kata kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Identitas, Akulturasi, Arsitektur, Lokal, Non – Lokal, Banten.</span></p> Pilar Saga Ichsan, Purnama Salura, Bachtiar Fauzy Hak Cipta (c) 2022 Pilar Saga Ichsan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5730 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 KAJIAN KONSEP PERANCANGAN TAMAN SEHAT PADA LAYOUT TAMAN HOTEL BUTIK DI KAWASAN EKOWISATA https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5729 <p><strong>Abstrak</strong><strong> - </strong>Gaya hidup sehat menjadi marak dalam beberapa tahun ke belakang. Lebih banyak orang yang sadar dan mulai peduli pada kesehatannya. Pola makan yang teratur, asupan gizi yang seimbang, serta beragam jenis olahraga mewarnai gaya hidup masyarakat. Dewasa ini, masyarakat mulai mencari tempat untuk beristirahat sejenak, menjauh dari kesibukan, salah satunya adalah ekowisata. Kembali ke alam dipercaya mampu mengembalikan energi dan semangat yang menurun. Meluasnya kebutuhan akan ruang terbuka yang mendukung pola hidup sehat di masyarakat mendorong berbagai pelaku usaha untuk memenuhinya. Taman di hotel tidak lagi berfungsi sebagai area hijau belaka. Beberapa hotel yang telah mengembangkan konsep desain berdasarkan gaya hidup sehat mulai menata tamannya. Namun penataan taman di hotel-hotel tersebut umumnya masih belum memadai sebagai penunjang gaya hidup sehat bagi pengunjungnya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji konsep taman sehat pada lanskap hotel butik berbasis gaya hidup sehat. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif eksploratoris pada kedua preseden yang dipilih yaitu Klub Bunga Butik Resort dan Park Royal on Pickering berdasarkan isu terkait. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pedoman umum untuk merancang taman sehat di hotel butik, meskipun tetap perlu adanya pertimbangan terhadap konteks setempat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata-kata kunci:</strong> gaya hidup sehat, taman sehat, butik hotel</p> Rieka Aprilia Tanuy, Herman Wilianto Hak Cipta (c) 2022 Rieka Aprilia Tanuy http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5729 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 SIGNAGE JALAN PERMUKIMAN OBJEK STUDI : PERMUKIMAN BRAGA https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5731 <p><strong>Abstrak</strong><strong> - </strong>Signage merupakan salah satu unsur pembentuk wajah dari kawasan, dan media informasi dalam tingkat mikro dan makro. Tanda merupakan item yang penting sebagai penyampai informasi bagi pengamat, peletakan tanda dengan tepat akan berpengaruh sangat baik sebai sumber informasi. Perlunya suatu sistem/<em>signage</em> untuk menyampakan informasi berupa tanda yang menunjukan arah semakin baik dan berkembang, untuk kerumunan orang atau masa yang memerlukan sebuah informasi petunjuk arah. Informasi yang diberiakan merupakan pengalam, keterpaparan atau <em>exposure</em>, dan pengetahuan akan kawasan. Permukiman yang berkembang secara <em>organic</em> banyak tersebar di berbagai provinsi terpadat di Indonesi. Pemukiman Braga terletak dipusat ekonomi kota Bandung, kawasan permukiman organic sedikit memiliki informasi tentang kawasan masih tersebar secara <em>sporadic</em> (terdapat hanya di pintu masuk yang berbentuk gapura), tidak terkoneksi satu dengan yang lain didalam kawasan dan tidak adanya fasilitas <em>signage</em>. Kawasan yang tidak memiliki Informasi jalan dapat berubah menjadi suasana yang tidak menyenangkan dan kesuitan mengetahui jalan untuk individu pertamakali mengakses jalan, tapi masyarakat dan orang yang terbiasa mengakses jalan permukiman Braga tidak mengalami kesulitan dalam mencari jalan dengan adanya tanda identifikasi objek dan elemen yang dapat dipahami dan dianggap sebagai <em>signage</em>. Tujuan menggunakan jalan didalam kawasan pemukiman menjadi akses alternative menuju sisi lain dari kota. Penelitian ini bersifat eksploratif dan mengunakan metode kualitatif, kajian studi pustaka, dan ajuan konseptual.Jalan didalam kawasan bisa menjadi jalan alternative untuk menuju tempat yang berbeda, jalan didalam kawasan memiliki akses masuk dan keluar yang berbeda-beda, banyaknya percabangan gang dan bangunan bertuingkat didalam kawasan membuat bingung dan sulitnya berorientasi.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata-kata kunci:</strong> signage, jalan,visual,permukiman,Braga Bandung</p> Willyam J Ompusunggu, Yohannes B. Dwisusanto Hak Cipta (c) 2022 Willyam J Ompusunggu http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5731 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700 PENGARUH PERUBAHAN FUNGSI PADA KEASLIAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI BANDUNG STUDI KASUS : GEDUNG TIGAWARNA https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5732 <p><strong>Abstrak</strong> - Perkembangan kota Bandung sangat pesat dengan munculnya bangunan-bangunan modern di hampir diseluruh kota Bandung, keadaan ini disebabkan oleh kebutuhan kota yang semakin beragam dan bangunan cagar budaya ikut terkena dampak, karena diubah fungsinya sesuai dengan kebutuhan. Banyak bangunan cagar budaya yang fungsinya berubah namun tidak memperhatikan keaslian bangunannya sehingga kondisinya jadi memprihatinkan. &nbsp;Dari sekian banyak bangunan cagar budaya di Bandung hanya sedikit yang&nbsp; masih terlihat keasliannya walaupun sudah berubah fungsinya. Studi ini akan mengangkat isu pengaruh perubahan fungsi pada keaslian bangunan cagar budaya dengan fokus pada fungsi dan bentuk, dengan kasus studi Gedung Tigawarna. Penelitian ini mengedepankan cara baca baru yang menggabungkan teori Fungsi-Bentuk-Konstruksi dan teori Pelestarian. Gedung Tigawarna, tampak dari luar masih terlihat keasliannya, namun pada pengolahan interior banyak yang sudah berbeda dari aslinya, karena perubahan fungsi dari bangunan rumah tinggal dan kantor menjadi bangunan bank BTPN. Namun bentuk diupayakan dipertahankan keasliannya, antara lain dengan menggunakan material yang sama atau mirip dengan aslinya, baik eksterior maupun interiornya. Manfaat dari penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pengetahuan arsitektur bagi masyarakat, masukan bagi para akademisi dan mahasiswa Arsitektur, juga dapat menjadi masukan bagi pemegang kebijakan dalam menyusun strategi&nbsp; pelestarian bangunan cagar budaya.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata</strong><strong>-kata</strong><strong> kunci</strong> : Perubahan fungsi, keaslian, bangunan cagar budaya, Gedung Tigawarna.</p> Yulia B. Harahap, Alwin Saryono, Yuswadi Saliya Hak Cipta (c) 2022 Yulia B. Harahap http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://journal.unpar.ac.id/index.php/risa/article/view/5732 Sen, 04 Apr 2022 00:00:00 +0700