ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN REM BLONG

Penulis

  • Regita Intan Permatasari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Anton Budiharjo Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Agus Budi Purwantoro Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

DOI:

https://doi.org/10.26593/jtrans.v23i3.7549.157%20-%20167

Kata Kunci:

accident, fault tree analysis, road accident mapping, kecelakaan, rem blong

Abstrak

Repeated brake failure accidents occur on the Buntu-Banyumas Road section, which features a 1 km downhill geometric condition. The braking force required increases with a vehicle's weight, speed, and elevation. This research aims to identify the causes of brake failure accidents related to the long downhill geometric condition of the road. The methods include fault tree analysis, road accident mapping, and safe speed calculation. The data used have road geometric data, vehicle speed, and vehicle weight. The research findings indicate that brake failure accidents on the Buntu-Banyumas Road section are caused by driver behavior, repeatedly applying brakes on a road with a slope exceeding the critical maximum gradient, leading to overheating and brake failure. Road authorities must maintain guardrails, install speed limit signs, and implement emergency escape ramps.

ABSTRAK

Kecelakaan rem blong terjadi secara berulang pada ruas Jalan Buntu-Banyumas yang memiliki kondisi geometrik berupa turunan sepanjang 1 km. Semakin berat suatu kendaraan, semakin tinggi kecepatan kendaraan dan semakin tinggi posisi kendaraan maka semakin besar daya pengereman yang dibutuhkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyebab kecelakaan rem blong terkait dengan kondisi geometrik jalan berupa turunan panjang. Metode yang digunakan berupa Fault Tree Analysis, Road Accident Mapping dan perhitungan kecepatan aman. Data yang digunakan berupa data geometrik jalan, kecepatan kendaraan, dan berat kendaraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kecelakaan rem blong pada ruas Jalan Raya Buntu-Banyumas disebabkan karena perilaku pengemudi yang melakukan pengereman secara berulang pada kondisi jalan yang menurun melebihi batas maksimal kelandaian kritis sehingga menimbulkan overheat dan rem blong. Penanggung jawab jalan perlu memelihara guardrail, pemasangan rambu batas kecepatan dan emergency escape ramp.

Biografi Penulis

Regita Intan Permatasari, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

Program Studi Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Jl. Perintis Kemerdekaan No.17, Kota Tegal, Jawa Tengah

Anton Budiharjo, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

Program Studi Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Jl. Perintis Kemerdekaan No.17, Kota Tegal, Jawa Tengah

Agus Budi Purwantoro, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

Program Studi Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Jl. Perintis Kemerdekaan No.17, Kota Tegal, Jawa Tengah

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-31