KAJIAN PERSEPSI PENUMPANG WANITA TERHADAP KEBUTUHAN KERETA KHUSUS WANITA (STUDI KASUS COMMUTER LINE YOGYAKARTA)
DOI:
https://doi.org/10.26593/jtrans.v25i3.9917.215-224Keywords:
Kereta Khusus Wanita (KKW), karakteristik individu, persepsi penumpang, keamanan, kenyamananAbstract
Adanya kasus pelecehan seksual serta pro dan kontra terkait penerapan kereta khusus wanita (KKW) di Commuter Line Yogyakarta mendorong perlunya kajian mengenai persepsi penumpang wanita terhadap kebutuhan KKW. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan asal penduduk dengan persepsi keamanan dan kenyamanan kondisi kereta yang masih tercampur antara penumpang pria dan wanita, serta persepsi kebutuhan KKW. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 400 responden wanita dan dianalisis menggunakan tabulasi silang. Hasil menunjukkan 84,4% dewasa dan 55,6% remaja merasa tidak aman; 86,2% dewasa dan 55,6% remaja merasa tidak nyaman; serta 95,9% dewasa dan 66,7% remaja membutuhkan KKW. Berdasarkan asal penduduk, 83,3% penduduk lokal dan 85,4% penduduk pendatang merasa tidak aman; 86,5% penduduk lokal dan 82% penduduk pendatang tidak nyaman; serta 94,5% penduduk lokal dan 97,8% penduduk pendatang menyatakan membutuhkan KKW. Uji independensi menunjukkan hubungan signifikan dengan usia, namun tidak dengan asal penduduk.
