Studi Perbandingan Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC Campur Serbuk Ban Karet dengan Metode Pencampuran Kering dan Basah
DOI:
https://doi.org/10.26593/jtrans.v25i3.9935.255-266Keywords:
campuran kering, campuran basah, Marshall, serbuk karetAbstract
Pertumbuhan infrastruktur di Indonesia mendorong inovasi pada campuran beton aspal, salah satunya melalui penambahan serbuk ban karet menggunakan metode pencampuran kering dan basah. Penelitian ini membandingkan karateistik Marshall dari kedua metode. Metode pada penelitian ini menggunakan metode pencampuran kerung dan basah dengan menggunakan serbuk ban karet ukuran #8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas serbuk karet sangat dipengaruhi oleh kadar dan metode pencampurannya. Metode pencampuran basah menunjukkan performa lebih stabil dan homogen pada kadar 2–4%, sedangkan metode kering optimal pada kadar 50–60%. Namun, pada kadar tinggi, beberapa parameter tidak memenuhi spesifikasi teknis. Oleh karena itu, diperlukan kontrol kadar dan metode yang tepat untuk hasil campuran yang optimal.
