Isolasi Zat Warna Ungu pada Ipomoea batatas Poir dengan Pelarut Air

Authors

  • Anastasia Prima Kristijarti Jrusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan
  • Ariestya Arlene Jrusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan

Abstract

Zat warna banyak digunakan pada makanan, minuman, tekstil, kosmetik,
peralatan rumah tangga dan banyak lagi. Penggunaan zat warna sangat diperlukan
untuk menghasilkan suatu produk yang lebih bervariasi dan juga menambah nilai
artistik produk tersebut. Masalah terjadi bila zat warna jenis sintetis digunakan
dalam bahan pangan. Zat warna yang terkandung di dalam akar tanaman ubi ungu
bernama antosianin.
Kandungan antosianin pada ubi jalar ungu berkisar antara 14,68 – 210
mg/100 gram bahan baku. Semakin ungu warna ungu pada ubi jalar, semakin tinggi
kandungan antosianinnya. Isolasi antosianin yang terkandung dalam ubi ungu ini
dapat dilakukan dengan cara ekstraksi padat cair. Ekstraksi padat cair atau biasa
juga disebut leaching adalah suatu proses pemisahan satu atau lebih konstituen dari
suatu padatan dengan mengontakkannya dengan pelarut cair. Prinsip dari ekstraksi
padat-cair adalah komponen yang terlarut dari suatu padatan, yang mengandung
matriks inert dan agent aktif, diekstraksi dengan menggunakan pelarut.
Proses ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi batch dengan pengadukan.
Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi pelarut, yaitu air, variasi F:S, yaitu 1:5,
1:10, dan 1:20 serta variasi temperatur pengadukan, yaitu 30oC, 50oC, dan 70oC.
Proses analisis hasil dilakukan menggunakan spektrofotometer dan FTIR. Kesimpulan dari hasil percobaan adalah F:S yang menghasilkan rendemen dan yield terbaik untuk pelarut air adalah 1:10. Temperatur yang menghasilkan rendemen dan yield terbaik untuk pelarut air adalah 50°C. Sinar matahari, temperatur dan tempat
penyimpanan, pH, serta penambahan oksidator menyebabkan perubahan konsentrasi
pada zat warna.

Downloads

Issue

Section

Articles