Ritual: An Inventive Human Symbolic Action
Main Article Content
Abstract
Ritual, dari pandangan ilmu-ilmu sosial dewasa ini, telah memperoleh penghargaannya sebagai peristiwa penciptaan. Ritual itu mempunyai daya cipta yang menyediakan ruang bagi pengkonstruksian diri clan penulisan kembali nilai-nilai. Ruang rekonstruksi ini baru menjadi efektif bila terjadi perjumpaan antara ajaran clan kepercayaan yang secara tradisional tersimpan di dalam ritual clan pengalaman sosio-historis ritualis, yakni pelaku ritual. Perjumpaan itu membuat ritual tidak lagi statis seperti tampaknya. Intervensi ritualis dengan pengalaman sosio-historisnya seolah membuat ritual senantiasa memperbaharui dirinya. Perjumpaan itu juga membuka kesempatan bagi ritualis untuk mengkonfrotasikan pengalaman sosio-historisnya dengan misteri kepercayaan yang dirayakan. Konfrotasi ini bisa menjadi benih baik bagi mekarnya transformasi individual maupun sosial. Demikianlah, daya cipta clan peranannya sebagai ruang rekonstruksi membuat ritual terkadang berbahaya, subversive.
Article Details
Issue
Section
Articles
MELINTAS applies the Creative Commons Attribution (CC BY NC) license to articles and other works we publish. If you submit your paper for publication by MELINTAS, you agree to have the CC BY NC license applied to your work.