Bahasa Perempuan Merigi Sakti dan PT. CBS Bengkulu Tengah dalam konflik Lingkungan

Nurlianti Muzni, Prahastiwi Utari

Abstract


Abstrak

Tulisan ini merupakan bagian penelitian kualitatif studi kasus pasca konflik lingkungan yang terjadi di Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Perempuan Merigi Sakti hanyalah representasi dari suara-suara perempuan yang “terbungkam” selama konflik dan pasca konflik oleh karena sistem sosial ataupun birokratis. Pentingnya memahami bahasa tutur perempuan dalam konflik karena perempuan dapat bercerita sesuai dengan apa yang menjadi keluhan dasar masyarakat desa ketika kehidupan mereka terganggu. Perempuan (khususnya perempuan desa) sebagai penyedia pangan oleh peran gender tradisional mereka, juga sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan adanya kontradiktif yang terjadi antara perempuan dan masyarakat di Merigi Sakti. Suara perempuan Merigi Sakti lebih tertarik menekankan hubungan mereka satu sama lain.

Kata kunci: bahasa; perempuan; konflik lingkungan; gender; merigi sakti

Abstracts

This paper is part of a qualitative research with case study approaches of post-conflict environmental that happen in Merigi Sakti Sub-district, Central Bengkulu Regency, Bengkulu Province.  Women in Merigi Sakti are just a representation of female voices that are "silenced" during conflict and post conflict because of social or bureaucratic system. The importance of understanding the speech language of women in conflict because women can tell stories in accordance with what is the basic complaint of the village community when their lives are disturbed. Women (especially rural women) as food providers by their traditional gender roles, as well as those most responsible for child care and housekeeping. This study shows the contradictions that occur between women and men in Merigi Sakti. The voices presented by women in Merigi Sakti emphasize more on each other's relationships and the voices associated with domestic activities in women.

Keywords: language; women; environment conflict; gender; merigi sakti


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26593/jihi.v13i2.2609.159-170

Refbacks



Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional by Universitas Katolik Parahyangan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License