Harmonisasi Ketentuan SPS dalam Perspektif Kepentingan Indonesia

Demeiati Nur Kusumaningrum, Septian Nur Yekti

Abstract


Tulisan ini menganalisis pengaruh rezim perdagangan internasional terhadap struktur domestik Indonesia. Standart Sanitasi dan Fitosanitasi (SPS) merupakan bagian dari kesepakatan AoA yang menjamin konsumen menikmati produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi dan berupaya memastikan bahwa peraturan kesehatan dan produk yang ketat tidak digunakan sebagai instrumen untuk melindungi produsen dalam negeri. Tujuan dari penulisan ini menjawab bagaimana harmonisasi kesepakatan SPS berdasarkan perspektif politik ekonomi pemerintah Indonesia. Melalui praktik liberalisasi perdagangan, penerapan tindakan sanitasi dan fitosanitasi menjadi bagian dari mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan Indonesia yang berada pada kewenangan Kementerian Pertanian. Strategi pemerintah Indonesia dalam penerapan ketentuan SPS mempertimbangkan: 1) perkembangan tantangan perdagangan internasional pada aspek peningkatan daya saing komoditas Indonesia dan 2) skema kerjasama ASEAN yang berfokus pada kebijakan Indonesia National Single Window.

Kata Kunci: ASEAN, harmonisasi, kesepakatan SPS, politik, perdagangan


Full Text:

PDF

References


ASEAN (n.d.). ASEAN Economic Community - ASEAN | ONE VISION ONE IDENTITY ONE COMMUNITY. Diakses 23 Oktober 2017 pada http://asean.org/asean-economic-community/

Barantan (2015). “Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian 2015-2019”. Kementerian Pertanian. Diakses 12 Agustus 2017 pada http://karantina.pertanian.go.id/fileman/Uploads/Documents/Humas/Informasi%20Setiap%20Saat/Narasi_Renstra_BARANTAN_2015_201.pdf

Barantan (2017). “Notifikasi SPS Indonesia”. Badan Karantina Pertanian. Diakses 2 Februari 2017 pada http://karantina.pertanian.go.id/page-75-notifikasi-sps-indonesia.html

Bathan, Bates M. dan Lantican, Flordeliza. A. (2009). “Economic Impact of Sanitary and Phytosanitary Measures on Phillippine Pineapple Exports”. J. ISSAAS, 15(1), 126–143. Diakses 2 Februari 2017 pada http://issaas.org/journal/v15/01/journal-issaas-v15n1-bathan-lantican.pdf

Dell’Aquila & Caccamisi (2006). “Accessing Market Opportunities: Quality and Safety Standards”. FAO 2006. Diakses 2 Februari 2017 pada http://www.fao.org/docrep/010/a1146e/a1146e05.pdf

Ellya (2016). “Akomodir PPJK dan Importir, TPKS Berlakukan Kebijakan Baru Karantina Petikemas Impor”. Berita Jateng 4 April 2016. Diakses 2 Februari 2017 pada http://beritajateng.net/akomodir-ppjk-dan-importir-tpks-berlakukan-kebijakan-baru-karantina-petikemas-impor/

Greenhalgh, Peter. (2004). “Policy Research – Implications of Liberalization of Fish Trade for Developing Countries”. Trade Issues Background Paper : Sanitary and Phyto-Sanitary (SPS) Measures and Technical Barriers to Trade (TBT). Project PR 26109, 1–11. July 2004. Diakses 2 Februari 2017 pada http://gala.gre.ac.uk/12202/1/12202_Greenhalgh_Trade%20issues%20background%20paper.%20%28working%20paper%29%202004.pdf

Harsono, D., Heryana, A., Rahadian, A., Purnajaya, T., & Hanif, T. (2003). Sekilas tentang WTO. (E. Yusuf, A. Sinambela, F. Dwiandika, & T. P. Soetikno, Eds.) (Ketiga). Jakarta: Departemen Luar Negeri RI.

Hartini, Banun (2017). “Menuju Indonesia Single Risk Manajement (ISRM)”. Publikasi PP-INSW. Kementerian Keuangan RI. Edisi Kedua Semester I Tahun 2017. Diakses 20 Agustus 2017 pada http://www.insw.go.id/public/INSWMagzEd.2_LayoutDesign-WebRes.pdf

INSW (2016). “Membuka Sumbat Dwelling Time”. Publikasi PP-INSW. Kementerian Keuangan RI. Edisi Perdana Tahun 2016. Diakses 2 Februari 2017 pada http://www.insw.go.id/public/INSWMagz_Edisi_I_-_2016.pdf

Juwita (2016). “Pelindo III efisienkan biaya pemeriksaan peti kemas impor”. Antara News 4 April 2016. Diakses 20 Agustus 2017 pada http://www.antaranews.com/berita/553467/pelindo-iii-efisienkan-biaya-pemeriksaan-peti-kemas-impor

Karyono, Agus (n.d.). “Dwelling Time dan Karantina”. Badan Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Diakses 20 Agustus 2017 pada http://gorontalo.karantina.pertanian.go.id/post/dwelling-time-dan-karantina

Kusumaningrum, Demeiati Nur (2016). “Ekonomi Politik Perdagangan Internasional: Sertifikasi Keamanan dan Kualitas Sebagai Kebijakan Standarisasi” dalam Mozaik Kebijakan Sosial Politik Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN. Winda Hardyanti dan Nurudin (eds.). Buku Litera: Yogyakarta.

Peel, Jacqueline (2006). “A GMO by Any Other Name Might Be an SPS Risk!: Implications of Expanding the Scope of the WTO Sanitary and Phytosanitary Measures Agreement”. The European Journal of International Law Vol. 17 no.5. Diakses 2 Februari 2017 pada http://ejil.org/pdfs/17/5/107.pdf

Silverglade, Bruce A. (2000). The WTO Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures : Weakening Food Safety Regulations to Facilitate Trade ? Food and Drug Law Journal 2000 Vol.55 No.4 pp.517-524 ref.39 Diakses 2 Februari 2017 pada http://www.autodealerscam.org/documents/fdlwtofn.pdf

Tyas, Tiara Dianing (2015). “Karantina Siap Berikan Layanan Cepat”. Tabloid Sinar Tani 3 Agustus 2015. Diakses 2 Februari 2017 pada http://tabloidsinartani.com/content/read/karantina-siap-berikan-layanan-cepat/

WTO (2017). “Undestanding the WTO Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures”. Sanitary and Phytosanitary Measures: Introduction. Trade Topics of World Trade Organization. Diakses 2 November 2011 pada https://www.wto.org/english/tratop_e/sps_e/spsund_e.htm




DOI: http://dx.doi.org/10.26593/jihi.v14i1.2767.37-50

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional by Universitas Katolik Parahyangan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at this Website.

Print ISSN Online ISSN

Print ISSN: 2614-2562 / Online ISSN: 2406-8748


Flag Counter