Tuhan dan Masalah Kejahatan dalam Diskursus Ateisme dan Teisme

Authors

  • Budhy Munawar-Rachman STF Driyarkara

DOI:

https://doi.org/10.26593/focus.v3i2.6081

Keywords:

Pilihan Bebas, Ateolog, Irasionalitas, Kebebasan Manusia, Kejahatan Induktif

Abstract

Artikel ini mendiskusikan bagaimana kehendak bebas manusia telah mengantarkannya ke dalam kejahatan. Demikian karena dengan kehendak bebas, jelaslah bahwa Allah yang memberi kebebasan pada manusia itu berarti sekaligus dengan segala konsekuensinya, yaitu keleluasaan dalam memilih (free choice). Kajian ini bersifat investigasi filosofis seperti yang dilakukan oleh A. Plantinga dengan metode analisis tekstual. Kajian ini menemukan bahwa kebebasan yang diharapkan dapat membawa manusia kepada kebaikan-kebaikan dan perkembangan spiritual dirinya sebagai manusia, jelas mengandaikan kemungkinan penyalahgunaan kebebasan, hingga batas yang paling tidak masuk akal sekalipun, perbuatan-perbuatan irasional yang sangat kejam. Ada kejahatan yang menghasilkan konsekuensi yang melebihi dari yang diduga, tetapi ada juga kemungkinan manusia melakukan kejahatan yang memang sungguh-sungguh irasional yang dilakukan secara sadar.

References

Ahern, M. B. (1971). The Problem of Evil. Routledge & Kegan Paul.

Aquinas, T. (1993). The Treatise on Law:(Summa Theologiae, I-II; qq. 90-97). University of Notre Dame Press.

Clark, K. J. (1990). Return to reason: a critique of enlightenment evidentialism and a defense of reason and belief in God. Wm. B. Eerdmans Publishing.

Collins, J. J. (2014). Job and His Friends: God as a Pastoral Problem. In Chicago Studies.

Dister, N. S. (1991). Filsafat Kebebasan. Kanisius.

Gale, R. M. (1991). On the Nature and Existence of God. In The Deductive Argument from Evil (pp. 98–178). University of Cambridge Press.

Ganoczy, A. (1995). Evil. In Wolfgang Beinert dan Francis Schussler Handbook of Catholic Theology (p. 232). Crossroad.

Hick, J. (1995). Evil and the God of Love. Harper SanFrancisco.

Jung, C. G. (1969). Answer to Job. Meridian Books.

Kern, W., & Splett, J. (1970). Theodicy. In Sacrementum Mundi, An Encyclopedia of Theology (pp. 213–218). Burns&Oates.

Kushner. (1983). When Bad Things Happen to Good People. Avon Books.

Leahy, L. (1993). Filsafat Ketuhanan Kontemporer. Jakarta, Kanisius.

Leahy, L. (2002). Horizon Manusia, Dari Pengetahuan ke Kebijaksanaan. Penerbit Kanisius.

Mackie, J. . (1955). Evil and Omnipotence. Mind.

Mackie, J. L. (1982). The Miracle of Theism. Clarendon.

Nash, R. (2001). Iman dan Akal Budi. Penerbit Momentum.

Perszyk, K. J. (1998). Free will defence with and without Molinism. International Journal for Philosophy of Religion, 29–64.

Peterson, M. L. (1996). Philosophy of religion. Selected readings.

Peterson, Michael L. (2016). The problem of evil: Selected readings. University of Notre Dame Pess.

Plantinga, A. (1977). God, freedom, and evil. Wm. B. Eerdmans Publishing.

Quinn, P. L., & Taliaferro, C. (1997). A Companion to Philosophy of Religion. Blackwell Publisher Inc.

Seeskin, K. (1987). Job and the Problem of Evil. Philosophy and Literature, 11(2), 226–241.

Swinburne, R. (1977). The Coherence of Theisme. Clarendon Press.

Swinburne, R. (1998). Providence and the Problem of Evil. Clarendon Press.

Trau, J. M. (1986). Fallacies in the Argument from Gratuitous Suffering. The New Scholasticism.

Vogels, W. (1981). The Spiritual Growth of Job, a Psychological Approach to the Book of Job. Biblical Theology Bulletin.

Wilcox. (1989). The Bitterness of Job, a Philosophical Reading. The University of Michigan Press.

Published

2022-09-18

Issue

Section

Articles