Implementasi Pandangan Plato tentang Negara Ideal dalam Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Authors

  • Andreas Doweng Bolo Universitas Katolik Parahyangan
  • Purwanti Purwanti Universitas Katolik Parahyangan
  • Vabianus Louk Universitas Katolik Parahyangan
  • Mateus Elbert Biliyandi Universitas Katolik Parahyangan
  • Frederikson Pehan Ritan Universitas Katolik Parahyangan
  • Belasius Pantur Universitas Katolik Parahyangan

DOI:

https://doi.org/10.26593/focus.v3i2.6091

Keywords:

Teori Politik, Kewarganegaraan, Keberagamaan, Falsafah Bangsa, Moderasi Beragama

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa cinta pada negara sehingga masyarakat mampu menjadi manusia yang bernegara dan beragama. Rasa cinta pada negara menjadikan masyarakat mempunyai satu visi yang sama dengan negara. Menjadi manusia yang bernegara dan beragama memampukan seseorang dalam seluruh dirinya dituntun kepada panggilan hati nurani dan kesucian. Panggilan menjadi manusia bernegara tidak bisa tanpa menjadi manusia yang beragama, begitupun sebaliknya. Dengan metode kepustakaan dan analisis deskriptif, tulisan ini mencoba mengeksplorasi berbagai sumber literatur yang relevan. Melalui tulisan ini dapat dikatakan bahwa terwujudnya toleransi antar umat beragama berkaitan bagaimana menjadikan masyarakat memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas hidup yang baik ini bertitik tolak dari pandangan Plato mengenai negara ideal yang setiap orang memiliki kemauan untuk meningkatkan kualitas hidup. Manusia yang berkualitas adalah manusia yang mampu menjaga keharmonisan antara hidup bernegara dan beragama sehingga toleransi beragama dapat terwujud.

References

Al-Asyhar, H. T. (2022). Pencanangan Tahun Toleransi 2022. kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/read/pencanangan-tahun-toleransi-2022.

Amri, M., Afifuddin, A., & Bin-Tahir, S. Z. (2018). Religious Pluralism of the Indonesian Traditional Islamic Education Institutions. The Journal of Social Sciences Research, 4(12), 446–450.

Ayu, I. D. (2021). Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021 Masuk Kategori Baik. kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/read/indekskerukunan-umat-beragama-tahun-2021-masuk-kategori-baik

Azis, D. K., Saihu, M., Hsb, A. R. G., & Islamy, A. (2021). Pancasila Educational Values in Indicators Religious Moderation in Indonesia. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(2), 229–244.

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Ikrar Mandiriabadi.

Copleston, F. (2003). History of Philosophy Volume 1: Greece and Rome (Vol. 1). A&C Black.

Fargues, É. (2019). Simply a matter of compliance with the rules? The moralising and responsibilising function of fraud-based citizenship deprivation in France and the UK. Citizenship Studies, 23(4), 356–371.

Gordon da Cruz, C. (2017). Critical community-engaged scholarship: Communities and universities striving for racial justice. Peabody Journal of Education, 92(3), 363–384.

Hiskett, M. (2021). Islamic education in the traditional and state systems in Northern Nigeria. In Conflict and harmony in education in tropical Africa (pp. 134–151). Routledge.

Kitt, S., Axsen, J., Long, Z., & Rhodes, E. (2021). The role of trust in citizen acceptance of climate policy: Comparing perceptions of government competence, integrity and value similarity. Ecological Economics, 183, 106958.

Lincoln, Y., & Guba, E. (1985). Naturalistic Inquiry. Sage Publications.

Pappas, N. (2004). Routledge philosophy guidebook to Plato and the Republic. Routledge.

Pheeney, C. E. (2019). Pancasila culture and social justice. Research for Social Justice, 157–162.

Pickel, G., & Schnabel, A. (2018). Contributions of Religions to the Common Good in a Pluralistic Society: An Empirical Answer From a Sociological Perspective. In Public Theology, Religious Diversity, and Interreligious Learning (pp. 79–93). Routledge.

Powell, A. J. (2018). Mind and spirit: hypnagogia and religious experience. The Lancet Psychiatry, 5(6), 473–475.

Rapar, J. H. (2020). Pustaka Filsafat Pengantar Filsafat.

Safei, A. A. (2020). Sosiologi Toleransi Kontestasi, Akomodasi, Harmoni (Vol. 1, Issue 1). Deepublish.

Safei, A. A., & Millie, J. (2016). Religious Bandung II: The champion arrives. Inside Indonesia a Quarterly Magazine on Indonesia.

Samho, B., Djunatan, S., Laku, S. K., & Bolo, A. D. (2012). Pancasila kekuatan pembebas. Kanisius.

Sheppard, D. J. (2009). Plato’s republic: An edinburgh philosophical guide. Edinburgh University Press.

Solissa, A. B. (2020). The Reactualization of The Pancasila Values in The Light of Perennial Philosophy. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 21(1), 49–70.

Sunaryo, S., & Purnamawati, S. A. (2022). Legal Politics of Pancasila Ideology against Radicalism in the State of Law Enforcement. Jurnal Jurisprudence, 11(2), 141–155.

Supriyanto, E. E. (2021). Revitalization of Pancasila as a Solution to the Problems Faced by the Indonesian Nation. Jurnal Pendidikan Nusantara, 1(2).

Swanson, D. M., & Gamal, M. (2021). Global Citizenship Education/Learning for Sustainability: Tensions,‘flaws’, and contradictions as critical moments of possibility and radical hope in educating for alternative futures. Globalisation, Societies and Education, 19(4), 456–469.

Wilding, R., Baldassar, L., Gamage, S., Worrell, S., & Mohamud, S. (2020). Digital media and the affective economies of transnational families. International Journal of Cultural Studies, 23(5), 639–655.

Wimmer, A. (2018). Nation building: Why some countries come together while others fall apart. Survival, 60(4), 151–164.

Yin, R. K. (2002). Studi kasus: desain dan metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Published

2022-09-12

Issue

Section

Articles