Implementasi Building Information Modelling (BIM) dalam Estimasi Volume Pekerjaan Struktural dan Arsitektural

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26593/josc.v2i1.6135

Keywords:

arsitektural, Autodesk Revit, BIM, struktural

Abstract

Perhitungan volume pekerjaan menggunakan gambar Computer Aided Design (CAD) 2D memerlukan proses manual dan software pendukung lain seperti Microsoft Excel untuk perhitungan. Hal ini menyebabkan peluang terjadinya error karena ketidaktelitian interpretasi dan perhitungan dalam mengelaborasi kompleksitas bangunan yang akan dibangun. Penerapan Building Information Modelling (BIM) dapat meminimalisir kesalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan  software Autodesk Revit untuk estimasi perhitungan volume dan menganalisis perbedaan hasil estimasi perhitungan volume berbasis Building Information Modelling dan hasil estimasi menggunakan CAD 2D. Studi kasus penelitian menggunakan data perencanaan gedung utama Rumah Sehat Baznas (RSB) Berau. Penelitian dilakukan dengan membuat model BIM menggunakan software Autodesk Revit dari data Detail Engineering Design (DED) CAD 2D eksisting. Output volume software Revit kemudian dibandingkan dengan Bill of Quantity (BQ) eksisting dan dianalisis perbedaannya.. Hasil penelitian menunjukan rata-rata perbedaan pada pekerjaan fondasi adalah 2%, pekerjaan sloof dan balok 0%, pekerjaan kolom 1%, pekerjaan pelat lantai 3%, pekerjaan railing 15%, pekerjaan dinding 7%, pekerjaan pintu 7%, pekerjaan jendela 0%, pekerjaan pola lantai 5%, pekerjaan plafond 17%, dan pekerjaan atap 6%. Rata-rata perbedaan pada pekerjaan arsitektural adalah 6%, sedangkan pada pekerjaan struktur adalah 5%, perbedaan terjadi karena kesalahan menghitung jumlah objek, kesalahan perhitungan, dan kesalahan interpretasi gambar.

References

S. Sangadji, S. Kristiawan dan I. Saputra, “Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM) Dalam Desain Bangunan Gedung,” Matriks Teknik Sipil, vol. 7, no. 4, pp. 381-386, 2019.

R. Apriansyah, Implementasi Konsep Building Information Modelling (BIM) Dalam Estimasi Quantity Take Off Material Pekerjaan Struktural, 2015.

A. Nugraha, Implementasi Konsep Building Information Modelling (BIM) Dalam Estimasi Quantity Take Off Material Pekerjaan Plumbing, 2020.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 22/PRT/M/2018 Tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara, 2018.

BIM PUPR, “Implementasi BIM di Indonesia untuk Proyek Bangunan Gedung,” 31 Agustus 2019. [Online]. Available: http://bim.pu.go.id/berita/baca/42/implementasi-bim-di-indonesia-untuk-proyek-bangunan-gedung.html.

N. Nelson dan J. Sekarsari, “Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam Tahapan Pra Konstruksi Gedung Bertingkat,” Jurnal Mitra Teknik Sipil, vol. 2, no. 4, pp. 241-248, 2019.

A. Fikri, Efektivitas Perhitungan Volume Pekerjaan Struktur dengan Menggunakan Bantuan Building Information Modeling (BIM), 2022.

S. B. Rayendra, “Studi Aplikasi Teknologi Building Information Modeling untuk Pra-Konstruksi,” dalam Simposium Nasional RAPI XIII - 2014 FT UMS, 2014.

R. Ferial, B. Hidayat, R. Pesela dan D. Daoed, “Quantity Take-Off Berbasis Building Information Modeling (BIM) Studi Kasus: Gedung BAPPEDA Padang,” Jurnal Rekayasa Sipil, vol. 17, no. 3, pp. 228-238, 2021.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 1 Tahun 2022, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2022.

Downloads

Published

2022-10-31