Strategies for Utilizing Surat Berharga Syariah Negara in Financing Educational Infrastructure Construction Projects in Indonesia

Authors

  • Lista Sabrisavira Institut Teknologi Bandung
  • Bariq Akmal Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, 40132, Indonesia
  • Iris Mahani Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, 40132, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26593/josc.v5i1.9701

Keywords:

Alternative Infrastructure Project Financing, Surat Berharga Syariah Negara, Utilization-Influencing Factor, Implementation Challenges, Utilization Strategies

Abstract

Indonesia's economic growth drives infrastructure development as outlined in National Medium-Term Development Plan 2020–2024. However, a funding gap of USD 164.5 million exists between infrastructure investment needs (USD 391.7 million) and State Budget allocations (USD 144.9 million). To narrow this gap, the government utilizes Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) as an alternative financing source for construction projects. This research aims to identify factors influencing SBSN utilization, review its implementation and evaluation, and develop strategies for SBSN utilization. The research was conducted by using mixed-method approach with quantitative analysis using Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), and SWOT matrices along with qualitative analysis through the interview with stakeholders involved in one of educational infrastructure construction project at a major university in Indonesia. SBSN primary strength is the guarantee of fund availability throughout the contract period, which ensures sustained financing during project execution. Conversely, its notable limitation is the funding restriction confined exclusively to asset acquisition expenditures, thereby limiting its applicability for other financial needs. However, the implementation of SBSN faces challenges, such as regulatory ambiguities, ineffective coordination in project monitoring and control, and insufficient understanding among involved human resources. Proposed strategies include enhancing monitoring and evaluation systems, clarifying regulations, and providing training and capacity building for relevant stakeholders to utilize SBSN in construction projects.

References

1. Bappenas. (2007). Rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2005–2025.

2. Kementerian Sekretariat Negara. (2024, Januari 29). Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. https://www.setneg.go.id/

3. Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024.

4. Rani, H. A. (2016). Manajemen proyek konstruksi. Budi Utama.

5. Puri, E. R. (2022). Modul manajemen konstruksi: Industri jasa konstruksi di Indone-sia. Institut Teknologi Bandung.

6. Finnerty, J. D. (2007). Project financing: Asset-based financial engineering (2nd ed.). Wiley.

7. Creswell, J. W. (2011). Designing and conducting mixed methods research. Sage Publications.

8. Sridharan, M. (2018, April 10). EFE analysis. ThinkInsights. https://thinkinsights.net/strategy/efe-analysis/

9. Sridharan, M. (2018, April 10). IFE analysis. ThinkInsights. https://thinkinsights.net/strategy/efe-analysis/

10. Sabrisavira, F. L. (2021, 5 Juli). Kajian implementasi multiple source funding pada pembiayaan proyek konstruksi [Tugas akhir, Institut Teknologi Bandung].

11. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2013-2023 (audited).

12. Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis cara perhitungan bobot, rating, dan OCAI (Edisi Revisi). Gramedia Pustaka Utama.

13. Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39650/uu-no-19-tahun-2008

14. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 220/PMK.08/2015 tentang Tata Cara Pembiayaan Proyek/Kegiatan Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/121878/pmk-no-220pmk082015

15. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Keuangan nomor 6/PMK.05/2019 tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Kegiatan Yang Dibiayai Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/127993/pmk-no-6-pmk052019

16. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Keuangan nomor 120/PMK.08/2016 tahun 2016 tentang tata cara pemantauan, evaluasi dan pelaporan pembiayaan proyek/kegiatan melalui penerbitan surat berharga syariah negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/121138/pmk-no-120pmk082016

17. Republik Indonesia. (2023). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2023 tentang Pembiayaan Proyek Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/246824/pp-no-16-tahun-2023

18. Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2011 tentang Pembiayaan Proyek Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/5189

19. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pem-biayaan dan Risiko, Direktorat Pembiayaan Syariah. (2019). Materi pengelolaan SBSN: Pembiayaan proyek/kegiatan melalui penerbitan SBSN. https://www.djppr.kemenkeu.go.id/

20. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Pembiayaan Syariah. (2018). Pembiayaan Proyek/Kegiatan Melalui Penerbitan SBSN/ Sukuk Negara Pada Kementerian Ristekdikti. https://www.djppr.kemenkeu.go.id/

21. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.08/2019 tahun 2019 tentang Tata Cara Pengelolaan Pembiayaan Proyek Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/128171/pmk-no-138pmk082019

22. Gürel, E. (2017). SWOT analysis: A theoretical review. Uluslararası Sosyal Araştırmalar Dergisi [The Journal of International Social Research], 10(51). http://dx.doi.org/10.17719/jisr.2017.1832

23. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (2021). Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Me-lalui SBSN Tahun 2021 [Video]. YouTube. https://youtu.be/6YqQLnzg2YQ?list=TLGGS3PbbiwEkQMyODAyMjAyNQ

24. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (2020). Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek SBSN Tahun 2020 [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=oSxUxGAdJmE

25. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja penyerapan pinjaman, hibah, dan project based sukuk periode Triwulan IV 2023. https://www.kemenkeu.go.id/

26. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (2021). Peran SBSN Dalam Mendukung Pembangunan Nasional. https://www.djppr.kemenkeu.go.id/

27. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (2022). Laporan Tahunan DJPPR 2022: Pulih Lebih Cepat untuk Menyongsong Konsolidasi Fiskal. https://www.djppr.kemenkeu.go.id/

28. Laila, N., & Anshori, M. (2020). The Development of Sovereign Sukuk in Indonesia. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(11).

29. Akmal, B. (2021). Identifikasi Faktor Pengaruh Pemanfaatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Proyek Infrastruktur di Indonesia [Tugas akhir, Institut Teknologi Bandung].

Downloads

Published

2025-10-31